15 KONSEP GEOGRAFI


1. Regional Concept (konsep regional)
Merupakan sebuah konsep yang didasarkan pada definisi regional itu sendiri, yaitu wilayah dipermukaan bumi yang memiliki karakteristik yang khusus seperti keadaan alam maupun kehidupan sosial budayanya, sehingga nantinya akan dapat dibedakan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya. Dala ilmu geografis, kosep ini dianggap memiliki sifat yang komprehensif. Dan dengan adanya konsep ini, diharapkan setiap orang mampu melakukan analisa terhadap permasalahan-permasalahan atau gejala-gejala yang terjadi di muka bumi dengan analisa spasial (keruangan) serta mampu menelaah adanya hubungan timbal balik diantara komponen-komponen tersebut.
Contoh dari konsep regional antara lain :
Kecamatan Boyolali memiliki topografi berupa perbukitan dengan kemiringan lereng yang landai hingga sangat curam, sehingga ada beberapa kawasan yang memiliki tingkat kerawanan longsorlahan tinggi.
2. Life layer Concept (konsep batas kehidupan)
Manusia serta makhluk hidup lain memiliki batasan-batasan tertentu agar bisa betahan hidup di suatu wilayah di permukaan bumi ini. Konsep ini dapat didefinisikan bahwa bumi merupakan suatu tempat yang diperuntukkan bagi manusia serta makhluk lainnya untuk bertahan hidup, meskipun sebagian wilayah dari permukaan bumi tersebut tidak dapat dihuni. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsep ini antara lain adalah ketersediaan sumber daya alam, serta kemampuan yang dimiliki manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam tersebut.
Contoh :
Desa Segorogunung memiliki tanah dengan karakteristik berteksur geluh pasiran, sehingga lahan di Desa tersebut tidak cocok digunakan untuk ditanami padi, yang notabenenya sebagai makanan pokok manusia. Untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari, penduduk menanam hanya menanam sayuran sebagai komoditi utama mereka.
3. Man ecological dominant concept ( konsep manusia sebagai makhluk yang paling dominan)
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yaitu dengan dibekalinya akal atau kemampuan untuk berfikir sehingga dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya itu, manusia mampu menciptakan sesuatu. Dengan kata lain, manusia memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan pada lingkungan hidup, baik itu dalam upaya meningkatkan kualitas maupun justru untuk merusaknya.
Contoh :
Banyaknya perbukitan dengan pemandangan yang menarik membuat penduduk yang tinggal di Desa Kemuning menyulap perkebunan teh menjadi lahan wisata. Hal  tersebut dilakukan penduduk untuk mendapatkan penghasilan dari potensi alam dengan mengubah lahan dari perkebunan menjadi lahan terbangun yang dapat menghasilkan uang lebih banyak.
4. Globalism concept (konsep globalisme)
Pada dasarnya wilayah di permukaan bumi ini merupakan satu kesatuan, sehingga apabila terjadi perubahan pada wilayah yang satu, maka hal tersebut akan berpengaruh pada wilayah yang lainnya. Konsep ini telah dipergunakan dalam upaya penyebaran informasi keseluruh wilayah di bumi ini tanpa terhalang oleh batas negara, batas wilayah, maupun batasan alam.
Contoh :
Kecamatan Boyolali memiliki banyak lokasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, tidak perlu datang langsung untuk mensurvey lokasi wisata, karena dapat diketahui melalui akun-akun media sosial sehingga akan lebih mudah untuk memilih lokasi wisata yang sesuai dengan keinginan.
5. Spatial interaction concept (Konsep interaksi keruangan)
Konsep ini memberikan gambaran tentang keterkaitan antar komponen ruang di permukaan bumi ini, seperti faktor alami, faktor alami dengan kehidupan manusia, faktor alami dengan kehidupan sosial budaya, atau juga antar sosial.
Contoh :
Beberapa kawasan di Kecamatan Boyolali memiliki kemiringan lereng curam dan penggunaan lahan berupa sawah tadah hujan. Dengan adanya karakteristik lahan yang seperti itu maka tingkat kerawanan longsorlahan di Kecamatan Boyolali tinggi, karena penggunaan lahan berupa sawah tadah hujan akan memperbesar jalan bagi air untuk mengikis lapisan tanah atas, yang dapat meningkatkan kerawanan longsorlahan.
6. Areal Relationship Concept (Konsep hubungan timbal balik)
Konsep ini menyajikan gambaran terkait adanya hubungan timbal balik antar wilayah di permukaan bumi, yang menjadi faktor utama pada peristiwa tersebut adalah faktor alam dan faktor manusia.
Contoh :
Kecamatan Boyolali memiliki suhu yang sejuk dan terdapat perkebunan teh yang luas, hal tersebut mendorong masyarakat dari luar Kecamatan Boyolali berukunjung ke Boyolali untuk menikmati kondisi alam tersebut.
7. Areal Likenesses Concept (Konsep kesamaan wilayah)
Konsep ini menjelaskan bahwa terkadang beberapa wilayah di permukaan bumi ini memiliki gejala, sifat alamiah, maupun kehidupan sosial yang hampir sama.
Contoh :
Kecamatan Boyolali dan Tawangmangu terletak di lereng barat Gunung Lawu dan memiliki ketingian yang hampir sama, topografi di kedua kecamatan tersebut juga berupa perbukitan. Tetapi komoditi kedua kecamatan tersebut berbeda, di Kecamatan Boyolali terdapat perkebunan teh sedangkan di Kecamatan Tawangmangu tidak, hal inilah yang menjadi pembeda kedua wilayah yang memiliki ciri-ciri hampir sama tersebut.
8. Areal Differences Concept (Konsep Perbedaan Wilayah)
Hal ini merupakan kebalikan dari konsep sebelumnya, dimana terdapat perbedaan diantara wilayah-wilayah yang ada di permukaan bumi ini.
Contoh :
Kecamatan Boyolali terbagi menjadi 9 wilayah administrasi desa. Desa Segorogunung terletak di ujung timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur dan memiliki topografi berupa perbukitan dengan kemiringan lereng yang curam, sedangkan Desa Nglegok berbatasan dengan Keamatan Karangpandan dan topografinya berupa dataran rendah.
9. Areal Uniquennes Concep (Konsep Keunikan Wilayah)
Konsep ini menggambarkan tentang adanya kekhasan serta keunikan suatu wilayah jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Contoh :
Walaupun termasuk dalam kawasan tingkat kerawanan longsorlahan tinggi, warga yang tinggal di Desa Mlili tidak pindah dari Desa tersebut, karena mereka lebih memilih dekat dengan ladangnya daripada keselamatan diri dan keluarganya.
10. Areal Distribution Concept (Konsep Distribusi atau persebaran wilayah)
Konsep ini menggambarkan adanya ketidakmerataan  berbagai fenomena, gejala, maupun fakta-fakta yang menyebar di permukaan bumi.
Contoh :
Kecamatan Boyolali memiliki karakteristik lahan yang berbeda-beda. Di dataran tinggi dengan kemiringan lereng curam dan suhu dingin, sejuk komoditinya berupa sayuran dan teh. Sedangkan pada dataran rendah dengan kemiringan lereng datar hingga sedang, komoditinya berupa padi dan buah jambu.
11. Relative Location Concept (Konsep Lokasi Relatif)
Konsep ini menjelaskan tentang keberadaan suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki lokasi berdasarkan wilayah yang ada di sekitarnya., dimana sesuai dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kehidupan sosial budaya,
12. Comperative Advantage Concept (Konsep Keuntungan secara Komparative)
Konsep ini menggambarkan terjadinya perbandingan antara wilayah-wilayah di permukaan bumi melalui kompone-komponen di dalamnya, baik itu yang berasal dari unsur alamiah, maupun unsur sosial sehingga dapat diketahui tentang adanya kelebihan maupun kekurangan wilayah tersebut yang dengan begitu nantinya kebijakan-kebijakan yang menyangkut karakteristik suatu wilayah dapat ditentukan.
13. Perpetual Transformation Concept (Konsep Transformasi yang berkesinambungan)
Konsep ini memberikan gambaran tentang adanya unsur-unsur geografi pada suatu wilayah yang akan selalu mengalami perkembangan dan proses transformasi secara dan berkelanjutan sesuai dengan ruang dan waktu kehidupan.
14. Culturally Defined Recources Concept (Konsep Penetapan Sumber Daya)
Konsep memberikan penjelasan terkait dengan tingkat optimalisasi pengelolaan serta pemanfaatan Sumber Daya yang ada di suatu wilayah dipermukaan bumi, dimana wilayah satu dan yang lainnya memiliki sumber daya yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut terkait oleh faktor budaya, adat istiadat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penduduk di wilayah tersebut, dimana setiap wilayah memiliki cara yang berbeda-beda dalam rangka mengeksploitasi sumber daya sesuai dengan kondisi wilayahnya.
15. Round Earth On Flat Paper Concept (Konsep Bumi Bulat pada Bidang Datar)
Konsep ini memiliki keterkaitan dengan keberadaan peta yang merupakan hasil karya manusia dalam upaya mentransformasikan bentuk bumi yang bulat beserta fenomena-fenomena yang terjadi ke dalam suatu bidang datar melalui sistem proyeksi, yaitu suatu sistem yang digunakan untuk mentransformasikan bidang lengkung ke dalam bidang datar. Dalam ilmu perpetaan (kartografi) terdapat 3 proyeksi peta, yaitu silinder, kerucut, serta azimutal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN GEOGRAFI

PENGERTIAN GEOGRAFI